Tak Mudah Tak Apa, Pasti Bisa jika Berusaha
Mencapai keinginan memanglah tak selalu mudah. Seperti
ceritaku saat lulus SMA yang ingin untuk berkuliah di Perguruan Tinggi Negeri. Aku
jadi terbawa ke tahun 2018 dimana aku dengan lega dan bangga telah lulus dari
SMA. Namun rasa kebangganku juga diiringi dengan kekhawatiran apakah aku akan
bisa menlanjutkan studi perkuliahan atau harus terjun ke dunia kerja. Setelah
ditolak jalur SNMPTN, dengan giat aku belajar, berdoa dan berusaha mengikuti
segala test masuk kuliah yang ada, daftar sana-sini lewat berbagai jalur yang
tersedia.
Singkat cerita, waktu pengumuman hasil test pun tiba. Aku
dengan gelisah dan gemetar memberanikan diri untuk membuka hasilnya. Dan dengan
hanya satu klik pada layar handphone, duniaku jatuh seketika saat warna merah
menghiasi layar pada saat itu. Ya, aku tidak lulus.
Aku bukan tipe orang yang cengeng. Tapi saat itu, aku
menangis. Kekecewaanku tak hanya sampai situ, selanjutnya aku mengikuti test
mandiri, tapi lagi-lagi hasilnya tidak sesuai harapanku. Hingga akhirnya, aku
memilih untuk bekerja. Mau bagaimana lagi, mungkin memang ini jalan terbaik
yang tuhan beri untukku. Toh masih ada tahun depan untuk mencoba lagi, pikirku.
Singkat cerita aku diterima bekerja disalah satu restoran
cepat saji yang outletnya sudah mendunia. Hari itu, hari pertama kali aku
bekerja yang juga berbarengan dengan hari pertama dimana teman-temanku mulai
belajar di kampus barunya. “Kakak sedih banget. Sediiiiiiiiiiiiiiih banget bu.
Temen-temen kakak pada pakai almet kampusnya, kakak hari ini pakai baju hitam
putih buat training kerja”, ucapku pada ibu saat hendak berangkat bekerja.
Ibuku menguatkanku dan berkata “udah kak, gausah sedih-sedih. Kakak juga hebat
kok sudah bisa belajar cari uang sendiri, semangat ya kak”.
Kaget. Hal pertama yang aku rasakan. “Ya Allah, ternyata
bekerja itu berat sekali ya” ucapku dalam hati. Hari itu aku menangis
sesenggukan karena badanku sangat Lelah, pegal-pegal semua badanku rasanya.
Belum lagi saat training aku melakukan banyak kesalahan dan membuatku dimarahi
oleh atasan. Aku membayangkan betapa hebatnya ayah dan ibuku yang setiap hari
bekerja untuk menghidupi aku, juga kakak dan adikku.
Tak terasa sudah hampir 3 bulan aku bekerja, hal yang tak
pernah terlupakan pun datang. Waktu itu, aku sedang menjadi kasirnya saat
kebetulan pembeli itu adalah guru SMA ku. “Lho, kamu kerja disini nak? Kok gak
kuliah? Wah gak nyangka lho ibu kalo kamu bekerja, kasihan ibu lihatnya”. Dua
kata yang aku rasakan, Sedih dan Malu.
Memangnya sememalukan itu kah menjadi seorang pelayan?
Semenyedihkan itu kah nasibku saat tak melanjutkan Pendidikan seperti temanku
yang lain?
Aku bercerita tentang ini ke beberapa temanku. Untungnya
tanggapan mereka semua menguatkanku untuk kembali menjalani hidup dengan
semangat dan tidak memperdulikan omongan orang.
Hari ini, sudah dua tahun semenjak aku bekerja.
Alhamdulillah, tahun kemarin aku diterima masuk kampus lewat jalur mandiri.
Namun aku tetap harus bekerja sambil kuliah untuk dapat uang tambahan sebagai
bekal diperkuliahan. Keluargaku seadanya, jadi aku juga enggan membebani
mereka. Maka dari itu aku memilih bekerja sambil kuliah. Memang capek, tapi aku
harus bisa menjalani keduanya.
Aku menikmati hari-hariku di kerjaan dan di kampus. Walau aku
akui, semuanya tidak mudah untuk dijalani. Aku belajar banyak sekali dan
perlahan mendewasakan diri. Dari sini aku belajar bahwa cari uang itu susah,
makanya kita harus banyak-banyak bersyukur dan menghargai sesuatu. Banyak dari
teman-temanku yang ternyata juga kuliah sambil bekerja. Ternyata pengalaman
mereka juga sama sepertiku, banyak rintangan yang beragam tentunya.
Aku bangga dengan diriku. Diriku yang tak menyerah hingga
saat ini. Diriku yang bisa bangkit setelah jatuh berkali-kali. Diriku yang sudah
berpenghasilan dan tak lagi meminta pada orangtua. Diriku yang sebentar lagi
juga akan lulus kuliah dan menambah tiga huruf keren dibelakang namaku
(hehehe).
Aku hanya ingin berpesan, teruslah kejar mimpimu. Jangan
pernah menyerah. Ikuti saja cerita dan jalan yang tuhan beri untuk sampai pada
tujuan. Semua akan indah pada waktunya jika kita terus berusaha. Bahkan,
perjalanan mencapai tujuan kita juga indah dan menyenangkan jika kita ikhlas
menjalaninya.
Ngomong-ngomong, aku juga masih punya banyak tujuan yang
belum dicapai dan jalan yang melelahkan untuk dilalui. Aku harap, kalian yang
membaca ceritaku ini juga tidak akan menyerah untuk mencapai cita-cita.
Semangat untuk semuanya! Aku, kamu, kita semua hebat!
(Fasya Aldiza, Politeknik Negeri Jakarta)

Komentar
Posting Komentar